Friday, November 21, 2025

Cara Menjaga Gizi dan Pola Hidup Sehat Di Era Modern

 

PENDAHULUAN

     Era modern ditandai dengan perubahan pola hidup masyarakat yang semakin kompleks, seperti peningkatan konsumsi makanan instan,  berkurangnya aktivitas fisik, dan ketergantungan terhadap teknologi digital. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius terhadap  kualitas kesehatan masyarakat , terutama di tingkat komunitas lokal . Perkembangan zaman yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pola kehidupan masyarakat. Era modern ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, transformasi digital , dan pergeseran konsumsi budaya yang semakin kompleks. Meskipun kemajuan ini membawa manfaat seperti efisiensi dan kemudahan akses informasi, dampak negatif seperti gaya hidup sedentari , peningkatan konsumsi makanan tidak sehat, dan gangguan kesehatan mental juga ikut meningkat ( Organisasi Kesehatan Dunia , 2021). Gaya hidup tidak sehat kini menjadi salah satu kontributor utama meningkatnya penyakit tidak menular seperti  diabetes , hipertensi , dan  obesitas .            

       Di tengah tantangan ini, komunitas lokal memainkan peran penting sebagai unit sosial yang paling dekat dengan masyarakat. Namun sayangnya, tidak semua komunitas memiliki akses yang memadai terhadap informasi dan edukasi mengenai pentingnya gaya hidup sehat dan bijak. Hal ini diperparah dengan minimalnya program intervensi berbasis masyarakat yang mampu memberikan pemahaman yang tepat terkait isu kesehatan di era modern (Maharani & Tampubolon, 2016). Oleh karena itu, penting dilakukan upaya sosialisasi  yang menyeluruh untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjalani pola hidup sehat.

A. Definisi Gizi Seimbang


    Gizi Seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan tetap memperhatikan prinsip konsumsi  keanekaragaman pangan, menyebarkan perilaku hidup bersih dan sehat, melakukan aktivitas fisik dan menimbang berat badan secara rutin. Tingkat pengetahuan dan sikap gizi seimbang seseorang akan mempengaruhi praktiknya dalam menerapkan gizi seimbang. Gizi termasuk bagian terpenting yang turut mempengaruhi kesehatan. Status gizi normal tercapai bila kebutuhan gizi terpenuhi. 
    Kebiasaan mengonsumsi makanan yang melebihi kebutuhan tubuh dapat menimbulkan masalah gizi lebih. Sebaliknya , masalah gizi kurang  timbul akibat kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi. Masalah gizi kurang maupun masalah gizi lebih dapat timbul karena perilaku makan yang salah yaitu konsumsi zat gizi tidak seimbang dengan kecukupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Gizi Seimbang merupakan acuan bagi seseorang dalam mengonsumsi zat gizi sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga dapat mencegah berbagai permasalahan gizi (Festi, 2018). Indonesia saat ini menghadapi lebih dari satu masalah gizi. Masalah gizi kurang di Indonesia belum sepenuhnya teratasi, berbagai data kesehatan menunjukkan adanya masalah gizi lebih (Helmyati dkk, 2020).
    Pedoman gizi seimbang ini dulu dikenal dengan istilah empat sehat lima sempurna , yang ditentukan oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof. DR. Poorwo Sudarmo pada tahun 1950. Terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah, serta susu sebagai penyempurna.  Sejalan dengan berjalannya waktu, ditemukan bahwa penerapan gizi seimbang dalam masyarakat belum optimal, sehingga menyebabkan berbagai masalah terkait perilaku makan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta berbagai penyakit yang berhubungan dengan gizi.   Pedoman empat sehat lima sempurna ini kemudian diganti dengan gizi seimbang  sebagai pedoman kebutuhan gizi harian, serta untuk memetakan porsi makanan pokok, lauk pauk, buah dan sayur untuk sekali makan dengan memakai pendekatan isi piringku yang dilengkapi dengan panduan dalam membiasakan perilaku hidup sehat.  


  1. Makanan pokok
  2. Lauk pauk
  3. Buah-buahan
  4. Sayur Mayur
  5. Susu
B. Pola Hidup Sehat


     Pola hidup sehat adalah upaya setiap orang yang ingin selalu sehat, yaitu dengan memperhatikan gaya hidup sehat agar tubuh selalu terhindar dari berbagai macam penyakit. Tetapi juga harus menambalnya. Dengan pola hidup sehat, tubuh Anda akan selalu sehat dan tampak segar serta sehat.  Hidup sehat adalah dambaan setiap manusia, sesungguhnya untuk mendapatkan hidup yang sehat kita hanya perlu menjalankan pola hidup sehat sejak dini, meski tak ada batasan usia untuk memulai pola hidup sehat. 
      Dewasa ini, pola hidup sehat sudah tidak dilakukan lagi karena berbagai aktivitas kita yang banyak, sehingga kita tidak sempat melakukannya. Tetapi seharusnya melakukan pola hidup sehat itu penting bagi kita semua. Menyampaikan waktu luang untuk berolah raga adalah salah satu cara melakukan pola hidup sehat yang baik. Selain itu pola hidup sehat juga harus mengatur pola makan kita sehari-hari.  Sebagian besar masyarakat menganggap enteng masalah penerapan pola hidup sehat. Bila kita mengetahui banyak sekali dampak negatif dari tidak melakukan hidup sehat tersebut. Maka dari itu kami ingin sekali mengajak para pembaca semua untuk membiasakan diri menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. 

    Orang-orang dahulu memiliki tubuh yang sehat bahkan berumur lebih panjang, padahal mereka semua belum mengerti tentang pola hidup sehat secara alami atau hidup berkualitas, tapi kenapa mereka selalu sehat? Jawabannya adalah mereka mengonsumsi makanan yang segar, tanpa menggunakan bahan pengawet dan tanpa ada zat-zat kimia. Mereka tidak mengonsumsi makanan siap saji yang mengandung zat kimia. Sedangkan orang-orang saat ini terlalu sibuk bekerja, mengonsumsi zat kimia, lupa waktu makan, tidur tidak teratur, makan makanan siap saji dan selalu minum suplemen penambah energi. 
    Tak jarang sekali diantara orang-orang pada saat ini meninggal di usia muda, baik karena terkena penyakit komplikasi, seperti jantung, kanker, stroke, sakit darah tinggi, dan sakit diabetes. Menurut data di  WHO  70 % kematian pada masyarakat di dunia disebabkan oleh penyakit tersebut. 
    Di era modern seperti sekarang ini, banyak orang yang tidak menghiraukan kesehatan tubuhnya. Contohnya mereka yang masih di usia muda, yang semangatnya masih besar dan beranggapan bahwa tubuhnya masih kuat dan tidak bisa sakit. Padahal kita semua tahu bahwa penyakit bisa menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Contoh lain orang yang tidak menghiraukan kesehatannya adalah orang yang sibuk dengan pekerjaannya. Jangan melakukan gaya hidup sehat, waktu untuk makan pun sering kali lupa. 

    Di Indonesia khususnya, terdapat berbagai isu-isu terkini mengenai pola hidup dimulai dari pola hidup sehat dan pola hidup tidak sehat. Pola hidup sehat  didapat dari mereka yang memperhatikan keadaan tubuhnya, rajin berolahraga, makan, dan tidur yang cukup. Berbalik dengan itu, yaitu pola hidup tidak sehat yang mana didapat dari mereka yang tidak memperhatikan keadaan tubuhnya, makan yang tidak seimbang dengan aktivitasnya merupakan salah satu contoh dari pola hidup tidak sehat, ditambah lagi dengan jarangnya olahraga yang dapat memicu obesitas.


    Tidur yang berkualitas merupakan hal pertama untuk memulai pola hidup sehat. Tidur yang berkualitas membuat badan menjadi terasa lebih segar, sehat, dan bertenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Istirahat yang cukup secara rutin akan mempengaruhi sistem peredaran darah dan juga fisik. 

C. Tantangan Pola Hidup Sehat dan Gizi Seimbang Diera Modern

      Menjaga pola hidup sehat sebenarnya bukan hal yang sulit, tetapi di era modern banyak tantangan yang membuat orang sulit untuk konsisten. Berikut beberapa tantangan yang paling sering terjadi:

1.  Makanan cepat saji


Saat ini makanan siap saji, makanan ultraproses, dan minuman manis lebih mudah ditemukan dibandingkan makanan rumahan. Praktis, rasanya enak, dan harganya terjangkau—tapi sering kali tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.

2. Gaya hidup sedentari (terlalu banyak duduk) 


Bekerja dengan komputer, belajar online, dan hiburan digital membuat orang menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk. Aktivitas fisik menurun drastis, sehingga risiko obesitas dan penyakit metabolik meningkat.

3.   Pola tidur yang berantakan


Begadang untuk pekerjaan, scroll media sosial, atau gaming sudah menjadi kebiasaan umum. Kurang tidur mengganggu metabolisme tubuh, meningkatkan hormon lapar, dan menurunkan energi.

4. Tingkat stress yang tinggi


Tuntutan akademik, pekerjaan, dan kehidupan digital sering kali membuat stres meningkat. Stres memicu emosi makan, penurunan nafsu makan, hingga gangguan pencernaan.

5. Paparan gadget terlalu sering


Durasi layar yang panjang mempengaruhi jam tidur, meningkatkan stres mata, dan menurunkan aktivitas fisik. Selain itu, banyak iklan makanan tidak sehat yang mempengaruhi pilihan konsumsi.

6.  Kesebukan yang membuat orang tidak sempat memasaknya 


Banyak orang memilih makanan praktis karena waktu memasak yang terbatas. Padahal makanan rumahan biasanya gizinya lebih terkontrol.

7. Ketergantungan pada makanan instan


Mi instan, snack, sosis, dan sejenisnya sering menjadi solusi “makan cepat” . Namun kandungan nutrisinya sering tidak lengkap dan natriumnya tinggi.

8. Informasi gizi yang tersebar di internet tidak selalu akurat

Banyaknya mitos diet, pola makan ekstrem, atau promosi produk kesehatan yang tidak berdasarkan bukti ilmiah, sehingga membingungkan masyarakat.

9.  Kurangnya kebiasaan membaca label giz i 
  

Banyak orang yang tidak memperhatikan informasi gizi pada kemasan. Akibatnya, konsumsi gula, natrium, dan kalori sering melebihi batas aman.

10.  Minimnya Kesadaran Akan Pentingnya Pencegahan 

Sebagian besar orang baru mulai peduli kesehatan setelah muncul keluhan. Padahal, pola hidup sehat seharusnya dilakukan sejak dini secara konsisten.

D.  Cara Penerapan
  1. Memilih makanan bernutrisi tinggi seperti sayuran, buah, dan makanan minimal proses.
  2. Mengatur jadwal makan agar tidak berlebihan.
  3. Membaca label gizi untuk memilih makanan yang lebih sehat.
  4. Mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih 6–8 gelas sehari.
  5. Rutin olahraga minimal 30 menit per hari.
  6. Mengurangi waktu bermain gadget.
  7. Tidur cukup 7–9 jam setiap malam.
  8. Mengelola stres melalui aktivitas positif, olahraga, atau hobi.
    Kebiasaan kecil seperti menyiapkan menu harian (meal prep)  menyediakan camilan sehat, hingga berjalan kaki lebih banyak juga dapat membantu membentuk pola hidup yang lebih baik. Manfaatnya tidak hanya terasa pada kesehatan fisik, tetapi juga meningkatkan fokus, energi, dan kesehatan mental.

DAFTAR PUSTAKA

Dewintasari, A., Putra, DA, & Humaira, NI (2022).  Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Melalui Gizi Seimbang dan Olahraga. Jurnal KKM.

Selvi, Amisi Dervina Marsella, & Sanggelorang Yuliantiy, (2021).  Pengetahuan, Sikap dan Praktik Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama tentang Gizi Seimbang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. 

Panjaitan Wulandari Nuraisyah, dkk., (2022).  Analisis Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Bagi Proyek Remaja di MTS Ex PGA UNIVA Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Studi Kesehatan Masyarakat. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara , Medan, Indonesia. 

Sumihar Rotua, Fernando Rico.  Penyuluhan Tentang Pola Hidup Sehat Di Kelurahan Tanjung Gusta. Jurnal Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima. Program Studi Pendidikan D-III Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia Medan. 


Cara Menjaga Gizi dan Pola Hidup Sehat Di Era Modern

  PENDAHULUAN        Era modern ditandai dengan perubahan pola hidup masyarakat yang semakin kompleks, seperti peningkatan konsumsi makanan ...